Dian Sastro Kagum dengan Sosok Kartini

Ratusan penggemar berjajar di kanan kiri pembatas yang dibuat panitia. Sejak pukul 14.00 WIB mereka sudah menyemut di atrium The Park Mall Solo Baru Minggu (16/4). Mereka menantikan sosok pemeran utama RA Kartini yang merupakan artis kenamaan Indonesia, Dian Sastro Wardoyo. Satu jam kemudian pengunjung riuh ketika sebuah mobil berhenti dan Dian Sastro keluar. Tidak sendirian, iya bersama pemeran utama lainnya yakni Ayushita, Deny Sumargo dan juga sang produser Kartini, Robert Ronny.

Kartini merupakan film biopik dari tokoh pahlawan nasional wanita Indonesia Raden Ajeng Kartini yang disutradari oleh Hanung Bramantyo. Film Kartini mengangkat cerita yang berbeda dari film Kartini yang sudah ada sebelumnya. Sebelumnya sudah ada judul yang mengangkat Kartini pada tahun 1984 dan Surat Cinta Kartini pada tahun 2016 kemarin.

Dalam acara Red Carpet With Cast, Dian Sastro Wardoyo yang berperan sebagai Kartini, menjelaskan perbedaan film Kartini dengan film sebelumnya, “Film ini merupakan biopik dari R. A. Kartini dan dalam pengarapannya memerlukan waktu sekitar 2 (dua) tahun untuk mengumpulkan data-data mengenai Raden Ajeng Kartini mulai dari Jepara, Rembang hingga ke Belanda” kata sang produser Robert Rony.

Film ini mulai direncanakan sejak tahun 2014, butuh proses panjang untuk film ini. Apa yang diperjuangkan Kartini ini merubah pola pikir dan adat istiadat yang kurang menghargai perempuan.” lanjut Robert Rony.

Untuk proses reading sendiri membutuhkan waktu sekitar 3 bulan untuk membaca naskah, menyelami kehidupan Kartini dimasa lalu hingga mendatangi tempat-tempat Kartini dan kediaman Kartini di Rembang. Membaca naskah dan mendatangi dan memandang kamar Kartini sambil membayangkan sosok Kartini dimasa lalu menjadi caranya agar bisa masuk kedalam jiwa Kartini.

Dalam proses pengambilan gambar, Dian Sastro mengatakan bahwa ia belajar banyak dari sosok Raden Ajeng Kartini. Menurutnya Kartini sangat jauh dari sosok ibu-ibu, dia sangat lincah dan bersemangat, perjuangan beliau masih sangat relevan dengan kondisi perempuan saat ini. Dian yang dari dulu mengidolakan Kartini, semakin kagum dengan Raden Ajeng Kartini setelah mengetahui banyak sisi lain yang sebelumnya belum diketahui.

FILM KARTINI (1)

Pemeran adik Kartini, Kardinah yang diperankan Ayushita menjelaskan bahwa mereka selama proses pengambilan gambar membiasakan diri dengan obrolan di luar shooting dengan bahasa Jawa agar terbiasa dan juga belajar adat istiadatnya.

Film Kartini mengambil setting Kartini muda dan remaja. Film ini dimulai ketika Kartini berusia 10 tahun. Kartini yang pintar dan fasih berbahasa Belanda disukai oleh gurunya dan juga teman-temannya mempunyai keinginan untuk bisa mendapatkan pendidikan tinggi. Namun sayang di usia 12 tahun dia menjalani pingitan (saat itu gadis yang sudah menstruasi harus menjalani pingitan sampai ada orang yang melamarnya). Masuk pingitan berarti ia disiapkan untuk menjadi Raden Ajeng.

Meet and greet sendiri berlangsung cukup meriah. Beberapa pengunjung bahkan memberikan bingkisan untuk pemain. Seusai meet and greet, digelar nonton bareng di Cinema XXI The Park Mall.

Film ini layak ditonton oleh semua orang mulai dari anak-anak sampai orang tua. Bagaimana Kartini muda menghadapinya dan meraih semua mimpinya? Tonton film Kartini mulai 19 April 2017. (Dewi)

FILM KARTINI (2) FILM KARTINI (3) FILM KARTINI (4)

About Info Solo 98 Articles
Media Informasi Solo Raya